Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Juli 2010

Tips Praktis Identitas Merek

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Oleh Nanang Fitrianto

Hi teman-teman semua! P kabar nih? Semoga kamu diberi kesehatan lahir batin, aaaaaaamiiiiiiiiiin.

Gw pengen jelasin tentang buat identitas merek yang praktis. Tahapan konsep desain identitas merek: 1) jati diri, 2) ekspresi, dan 3) komunikasi. Contoh, IM3 pada tahap 1 merasa jati dirinya adalah produk yang anak muda banget. Kemudian, pada tahap 2, IM3 mengekspresikan dengan membuat slogan aku, kamu, dan semua pakai IM3. Inikan anak muda banget. Terus di tahap 3, IM3 membuat iklan tentang anak muda, desain produknya anak muda, murah meriah harganya, dsb.

Jadi praktis y! Anda bisa menggunakan hal di atas dengan logika, misalnya komunikasi produk dengan kemasan produk itu. Dalam komunikasi, simbol (tanda-tanda, logo, slogan, pakaian, cara berbahasa, kata-kata, periklanan, humas, manajemen, karyawan, dsb) itu penting karena manusia tidak terlepas dari simbol. Begitu juga dengan produk. Dengan memberikan simbol yang terbaik pada produk anda, produk loe akan disegani masyarakat.

Semoga bermanfaat y brooo, amiiin. Bahan bacaan ini kalo saya duank yang nulis jadi subjektif jadinya. Saya butuh saran anda yang udah baca agar artikel ini jadi objektif pandangannya. Hehe. Thanks y brooo yang dah baca!

Wallahua’lam bishawab

Jumat, 16 Juli 2010

Persepsi dan Motivasi


Oleh Nanang Fitrianto

Persepsi
Persepsi adalah sebuah proses bagaimana memahami, membaca, mengartikan suatu kebijakan* yang telah ditetapkan perusahaan dengan benar, jelas, & lengkap sehingga mampu dikerjakan dengan baik & benar untuk menghasilkan produktifitas.

Kebijakan perusahaan: aturan, jaringan/sistem, program, target. Arti lainnya, kebijakan adalah petunjuk arah yang disusun secara terencana.

Untuk menyamakan persepsi, misalnya kita setelah menjelaskan sesuatu, kita tanya lagi, ”paham?” atau saluran komunikasi membantu pemberian informasi kepada orang mengenai hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan mereka.

Motivasi
Rangkaian yang terdiri dari 1/lebih persyaratan yang bergerak mengubah&memelihara perilaku untuk berani bersikap untuk mencapai tujuan / sasaran yang diinginkan.

Motivasi terdiri:
a) Motivasi internal (MI): keinginan dari dalam diri seesorang untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya.
b) Motivasi eksternal (ME): keinginan untuk melakukan sesuatu yang lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari luar dirinya, contoh: pujian/ hukuman.

Contoh
MI= ia bekerja keras karena ada standar pribadi dalam dirinya untuk menjadi yang terbaik
ME= ia bekerja keras agar mendapatkan pekerjaan yang lebih, seperti naik jabatan, kenaikan gaji, dan pujian.

Pusat konsep motivasi yang praktis adalah energi dan pengarahan. Energi dan pengarahan itu terhadap kebutuhan-kebutuhan, minat-minat, nilai-nilai, sikap aspirasi, dorongan si pendengar maupun kita.

Hal yang merangsang motivasi:
1) Prestasi (achievement): dorongan untuk mengatasi tantangan, pertumbuhan, dan kemajuan.
2) Keanggotaan (affiliation): dorongan untuk berhubungan dengan orang lain secara efektif.
3) Kemampuan (competency): dorongan untuk menghasilkan kerja dengan kualitas tinggi.
4) Kekuatan (power): dorongan untuk mempengaruhi orang lain dan situasi.

Himbauan pesan:
Rasional
Emosional
Takut
Ganjaran
Motivasional (semua yang bersifat pendidikan)

Teori Maslow
Melihat gambar di atas, yang paling bawah adalah kebutuhan psikologis:
Air, makanan, tidur, kehangatan, latihan, dsb. Jadi di setiap organisasi seharusnya ada makanan dan minuman, haha.

Tingkat selanjutnya, kebutuhan keamanan: perlindungan fisik, perlindungan ekonomi, terhindar dari ancaman.

Tingkat selanjutnya, kebutuhan sosial: penerimaan, menjadi bagian dari grup, senang bahwa dia di dalam grup yang sukses.

Tingkat selanjutnya, pengakuan: proyek penting, pengakuan dari orang lain, prestise dan status.

Tingkat selanjutnya, aktualisasi diri: proyek yang menantang, kesempatan untuk inovasi, pembelajaran dan kreatifitas di level tinggi.

Tingkat yang paling bawah adalah yang paling dasar dan yang paling harus dipenuhi. Hehe.

Rasanya untuk melengkapi suatu tulisan, komentar dibutuhkan juga agar pandangan tulisan ini tidak subjektif. Jadi dipersilahkan bagi yang mau komentar. Saya akan tanggapi dengan baik. Tidak juga tak apa, saya g maksa, cuma kasih pencerahan aja. Hehe.

Wallahua’lam bishawab.

Strategi SWOT

Oleh Nanang Fitrianto

Pengembangan Analisis Lingkungan
Menjadi Strategi Organisasi

(SWOT Matrix) – Subyektif

SO Strategies
Menggunakan kekuatan untuk mendapatkan manfaat dari adanya peluang
Peluang-O, Kekuatan-S

ST Strategies
Gunakan kekuatan untuk menghindari ancaman
Ancaman-T, Kekuatan-S


WO Strategies
Mengatasi kelemahan dengan mengambil manfaat dari peluang
Peluang-O, Kelemahan-W

WT Strategies
Meminimumkan kelemahan dan hindari ancaman
Ancaman-T, Kelemahan-W

Menganalisis lingkungan harus secara objektif tergantung dari kemampuan kita, sejauh mana kita dapat menilai secara objektif. Setiap orang melakukan SWOT dapat berbeda-beda sehingga harus digabung/diperbanyak orang yang menilai agar penilaian dapat objektif.

Langkah-langkah:
1) buatlah analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman organisasi/kelompok/anda di kertas.
2) Tentukan dan sesuaikan strategi anda di tabel di atas

Contoh analisis
Kekuatan (Strenghs):
- jumlah pegawai yang memadai
- dukungan anggaran yang cukup memadai
- ketersediaan sarana dan prasarana penunjang
- kewenangan yang dimiliki (PP......
- Komitmen dari jajaran pimpinan dalam meningkatkan pembangunan dan pengembangan di bidang perhubungan

Kelemahan (Weakness):
- terbatasnya sarana dan prasarana (infrastruktur) penunjang yang penyebarannya kurang merata dan kurang memadai, penyebaran personalia yang kurang merata.
- Kewenangan pusat atas daerah yang sangat terbatas, sementara anggaran daerah untuk pembangunan masih sangat terbatas
- Rendahnya tingkat kepedulian dari instansi terkait terhadap peningkatan sarana perhubungan di masing-masing unit kerjanya.
- Belum optimalnya koordinasi antar instansi, stakeholders, dan antar unsur instansi pusat dan daerah.
- Belum jelasnya jenjang karier yang jelas dan memadai bagi pegawai

Peluang (Opportunities):
- dalam krisis ekonomi pelaku usaha jasa transportasi menunjukkan kinerja dan kebertahanannya yang signifikan, kontribusi terhadap PDB non migas, menyediakan lapangan kerja, dan ekspor non migas
- adanya dukungan pemerintah
- adanya kewenangan yang cukup besar kepada daerah dalam mengembangkan sarana perhubungan
- adanya kemauan politik yang luas untuk mendukung upaya pemberdayaan dan pengembangan sarana perhubungan
- kondisi ekonomi yang mulai mempelihatkan adanya pemulihan sehingga memunculkan peluang yang lebih besar kepada daerah untuk mengembangkan sarana perhubungannya
- masih banyaknya peluang pengembangan sarana transportasi yang dapat dioptimalkan
- semakin terbukanya lalulintas perekonomian dunia sehingga untuk mengembangkan sarana perhubungan yang berorientasi ekspor


Ancaman (Threats)
- rendahnya kualitas SDM: kurangnya semangat kewirausahaan: lemahnya daya inovasi dan kreativitas: rendahnya disiplin, etos kerja, moral dan profesionalisme
- terjadinya ketidakadilan dalam proses pengembangan sarana perhubungan:kebijakan diskriminarif
- persyaratan-perstaratan perdanganan bebas
- utang yang belum terselesaikan: dukungan lembaga keuangan yang masih kurang
- tantangan mensinergikan antar berbagai peraturan daerah (perda) dengan peraturan pusat
- perubahan iklim sosial politik yang tidak pasti; restrukturisasi dan revitalisasi birokrasi

Usaha Anak Kosan

Oleh Nanang Fitrianto

Hi teman-teman! P kabar nih? Udah pernah ngekos y? Gimana rasanya? Pasti kamu berniat bisnis-bisnis gitu y and udah ngelakuin bisnis tersebut! Niat juga udah berbisnis lho!

Bro, gw ada beberapa saran bisnis nih yang mungkin bisa u praktekkan di kosan buat yang ngekos saat kuliah atau lagi pesantren.

Ini beberapa sarannya:
a) usaha ngeprint
menurut gw nih, ngeprint boleh juga tuh mengingat anak kuliah itu pengennya hemat waktu. Tinggal ke kamar sebelah di kosan, udah bisa ngeprint. U kasih harga yang beralasan untuk printnya. U juga seharusnya modif tuh alat print biar efektif, efisien, dan bisa bersaing dengan usaha print lain. Kalo waktu, jelas u udah bisa unggul dibanding usaha lain.

b) jahitan
tata busana boleh juga tuh mengingat anak kuliah lagi pengen bersosialisasi dengan orang lain. Gayanya juga pengen informal gitu biar bisa gaul ma temen-temen. U bisa buat usaha tata busana khusus anak muda di dalam kosan. U bisa bawa alat jahitan seadanya ke dalam kamar kosan u. Tambel-tambel celana yang bolong, celana di gedein / dikecilin, pasang gambar-gambar di baju, dsb.

c) cukur rambut
cukur rambut dalam kosan menurut gw paling mudah karena alat-alatnya juga kecil-kecil and untungnya gede. Panen rambut sebulan sekalilah. U juga bisa jadi cukur rambut keliling dalem kosan u. U bisa ke kamar kosan yang pengen dicukur dan bisa menjaga privacy si pemilik rambut.

Kalo u perempuan, u bisa tawarin jasa tata rias perempuan. Seperti medicure, facial, make up, rebonding, keriting, dsb. Tempat di kasur aja atau u bawa bangku yang kecil yang muat di kamar kosan u.

d) jasa kebersihan
jasa kebersihan kosan menurut gw ok juga. Kalo orang yang di kosan lagi tidak ada waktu buat beres-beres, dia bisa telpon lo buat beresin. Kan lumayan bro nambah duit. Hehe. Setelah u beresin, u mesti jamin keamanannya.

e) cemil-cemilan
cemil-cemilan juga menarik nih. Menurut gw yang pas adalah jual sesuatu-sesuatu yang tidak menimbulkan asap yang tebal, seperti jual puding, es bon-bon, agar-agar, kue-kue cemilan gitu, es selasih, dan jual manisan. Untuk menjual sesuatu2 tsb, u mesti bawa kulkas. Usahain kulkas mini yang bisa diangkut sendirian pake kendaraan bermotor. Kalo kulkas besar, gw khawatir bawanya berat n banyak menghabiskan listrik.

Yang macem cemilan kue-kue kecil-kecil gitu, u bisa beli di pasar yang jual per plastik karena harganya lebih murah dibanding u beli banyak eceran. U jual deh eceran ke temen-temen. Kemasannya, u bisa beli plastik.

f) servis elektronik
jasa ini bagus juga bro. Elektronik yang biasa dipake ma nak kosan adalah laptop, hand phone, stik ps yang punya laptop, dsb. lumayan bro nambah penghasilan. Tapi yang pasti skill dibutuhkan.

g) band
u bisa bikin band ma temen-temen loe di kosan. Loe bisa serius nih karena u bisa ngumpul tiap hari. Buat lagu, ada yang bawa gitar. Tiap minggu latihan dengan biaya hasil patungan. Kalo dah mantep, u bisa deh kerja malem-malem di cafe-cafe buat nyanyiin lagu loe.

h) jadi guru
u bisa jadi guru kalo lo emang ahli di suatu bidang tersebut. Misalnya u ahli matematika, u ngajar les di tempat bimbel terdekat.

i) kerja sambilan
kerja sambilan di suatu tempat yang rata-rata 6 jam sehari boleh juga bro. Habis pulang kuliah u kerja. Kan mayan bro nambah penghasilan. Loe juga bisa jadi freelancer di suatu perusahaan, misalnya u buat jasa bikin website, desain graphic, dan jasa bikin software.

Lain kali, kalo ada kesempatan, boleh gw nambahin lagi.

Rasanya untuk melengkapi suatu tulisan, komentar dibutuhkan juga agar pandangan tulisan ini tidak subjektif. Jadi dipersilahkan bagi yang mau komentar. Saya akan tanggapi dengan baik. Tidak juga tak apa, saya g maksa, cuma kasih pencerahan aja. Hehe.

Wallahua’lam bishawab.

Cara Buat Identitas Merek

Oleh Nanang Fitrianto

Identitas merek (IM) adalah sesuatu yang dapat dilihat oleh orang pada suatu perusahaan yang punya merek tersebut. Identitas merek berbeda dengan merek. Merek adalah sesuatu yang tidak dapat dilihat. Contoh umum identitas merek, pakaian karyawan, identitas, logo, simbol, slogan, topi, celana, website, desain kantor, dan organisasi.

Buat bangun identitas merek menurut saya tidak terlepas dari peran komunikasi yang baik pada setiap unsur identitas merek tersebut.

Mari kita perhatikan pola-pola tersebut di bawah ini!

Pola Suportif vs Defensif

Defensif
evaluasi
Memberi pendapat, bisa merendahkan, berlebihan, menghina, netral. Cenderung emosional dan dinamis.
kontrol
Human orientation
Cth, loe harus bersih karena penting
Loe= subjek
Bersih= predikat
Krn penting= keterangan
Siapa menjadi andalan
strategi
neutrality
Tak peduli siapapun dia
superioritas
Tinggi hati
certainty

Suportif
deskripsi
Bicara apa adanya, tidak ada yang dinilai buruk dan baik. Terlepas dari atribut nilai. Tidak dinamis. Rasional.
problem orientation (PO)
Tahapan a) memeriksa, b) menyamakan persepsi / apakah ini benar or belum, c) perbaiki masalahnya, bukan yang lain, spesific
Objectif
Cth, kebersihan itu penting
Kebersihan= subjek
Penting= predikat
Apa, bagaimana, kenapa, kapan menjadi andalan
spontanitas
empati understanding
Menyelami perasaan orang, namun tidak melepaskan siapa / peran kamu dan dia
persamaan
Perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan
provisionalism
Saling mendukung cita-cita antara pembicara dan pendengar.

Ciri-ciri di setiap kolom suportif maupun defensive yang memiliki 6 ciri, menurut saya tidak dapat digunakan sekaligus, hanya beberapa atau satu secara bergantian. Misalnya, saat anda disuruh menyebutkan bagaimana kondisi negara Palestina, anda menggunakan deskriptif dan spontan. Setelah itu anda berempati kepada negara itu dan seterusnya.

Contoh,
- Evaluasi= bunga itu warna merah bagus, gw seneng liatnya. Daunnya hijau menentramkan hati, tapi daunnya ada yang busuk gitu, gw g suka liatnya. Bunganya banyak durinya, seharusnya g ada durinya tuh, bisa lebih bagus.
- Descriptive= bunga itu warna merah, daunnya warna hijau, daunnya ada yang busuk, dan berduri.
- Kontrol= loe harus bangun pagi karena penting.
- Problem orientation= bangun pagi itu penting.
- Strategi= ketemu orang yang belum kenal di kelas baru kuliah. Lo hanya senyum kalo ngeliat orang senyum sama lo. Lo punya strategi bahwa kalo temen lo ngomong ma lo sambil duduk di sebelah loe, loe baru ngobrol tahap pertama yaitu perkenalan secara umum. U punya strategi lagi, kalo dia sering duduk selama 1 minggu bersama gw, gw baru ngobrol tahap 2 yaitu, ngajak main.
- Spontan= ketemu orang yang belum kenal di kelas baru kuliah. Lo ngajak ngobrol kalo ngeliat orang yang senyum sama lo. Lo ngajak dia ketawa. Kalo loe ngeliat dia sedih, u bilang, u kenapa? Ada yang bisa gw bantu? Terus lo pengen bantu dia tapi u harus pulang. Gw harus pulang nih, gw nanti sms lo y.
- Neutrality= u ngeliat orang di jalan jualan dengan harga tinggi karena dia lagi butuh duit cepet, kaya minta tolong. Terus loe punya duit, tapi u juga lagi g butuh barang itu sehingga u g jadi bantu.
- Empati= u ngeliat orang di jalan jualan dengan harga tinggi karena dia lagi butuh duit cepet, kaya minta tolong. Terus loe punya duit, tapi u ngeliat dia kayaknya kasian banget n lagi butuh banget. U kasih dia karena u juga punya duit walau g butuh barang itu dan u bisa kasih barang itu ke orang lain.
- Superioritas= kamu tau yang punya rumah ini saya, pake usaha keras saya. Kamu harus tunduk pada perintah saya yang punya rumah ini. Kalo makan jangan banyak-banyak, sisain buat saya.
- Persamaan= anggap aja rumah sendiri. Gw juga kalo di rumah orang lain pengen dihargai juga soalnya. Gw juga g mau kalo gw sakit hati di rumah orang lain, sehingga gw juga akan jaga hati setiap tamu yang datang ke rumah gw.
- Certainty= kamu harus jadi calon isteri saya! Kamu pasti bisa saya bahagiakan, saya cintai dan saya jaga selama jantung ini berdetak.
- Provisionalism= y, tidak apa kamu dengan lelaki lain yang sudah jadi calon suamimu. Saya tau kamu juga ingin menikah dengan orang bisnis karena kamu ingin belajar bisnis dengan dia. Saya tidak apa2, yang penting kamu bisa bahagia dengan dia. Selamat y! Jika kamu ingin menghubungi saya jika ada masalah hubungi saja. Jangan sungkan-sungkan.

Penjelasan lebih lanjut

a) Problem Orientation

key pointnya: saya membelikan(predikat) sepeda(objek)
masalahnya terdapat pada objek dan predikat. Yang didahulukan adalah objek, lalu predikat. Jika tidak ada objek, predikat didahulukan.
Jenis-jenis:
a) mengubah predikat ke subjek (kata benda)
pencuri itu membunuh(predikat) pemilik rumah(objek) => pembunuhan(subjek) itu dosa besar
fulan malas-malasan(predikat) sehingga dia tidak naik kelas => kemalasan kamu(subjek) membuat kamu tidak naik kelas.
b) mengubah objek ke subjek
pencuri itu mencuri STNK motor(objek) => STNK motor(subjek) itu milik saya. Jadi kembalikan STNK saya. Jika tidak, pencurianmu akan saya laporkan kepada polisi.

Tata caranya:
a) objek dulu yang pertama disebutkan dalam berbicara, lalu predikat. Setelah mengatakan objek, kamu sampaikan alasan kamu dan subjek itu adalah kamu dan tetap objek itu jadi pointnya, bukan orangnya. Lalu, setelah mengatakan predikat, kamu sampaikan alasan kamu dan subjek itu adalah kamu dan tetap predikat itu jadi pointnya, bukan orangnya.


Fulan hutang(predikat) 2 juta(objek) => 2 juta itu hak saya. Saya ingin hak itu dikembalikan pada saya tepat pada waktunya, yaitu sekarang ini. Hutangmu itu udah sejak 2 tahun yang lalu. Hutang itu harus dibayar tepat waktu. Hutang itu adalah janji. Hutang itu akan dibawa sampai akhirat. Saya sedang butuh uang itu sekarang. Hutangmu kapan kamu bisa bayar? Hutangmu itu besok harus sudah sampai di tangan saya!

b) jika tak ada objek, predikat dulu yang disebutkan.


Fulan ditiduri(predikat) => ditiduri itu adalah perbuatan yang buruk. Perbuatan itu dilarang oleh agama dan mendapat dosa besar. Tidur itu hanya boleh dilakukan oleh suaminya.

Pola yang bagus adalah pola suportif.

Contoh Pembuatan IM

Setelah kita perhatikan hal di atas, saya akan beri contoh tentang pola suportif untuk membuat identitas merek.

Deskriptif
a) slogan perusahaan mengatakan apa adanya dan dia bergerak di bidang tersebut, misalnya dia ingin perusahaannya jadi yang terbaik. Dia buktikan bahwa memang dia terbaik. Katakan yang putih adalah putih dan hitam adalah hitam. Jangan yang putih adalah hitam dan hitam adalah putih karena itu termasuk ciri evaluatif. Contoh, kantor anda menggunakan layar LCD agar dapat menghemat tenaga dan menjaga mata lebih kuat dibanding layar CRT.
b) Perusahaan tersebut selalu bersyukur, bahwa putih adalah putih dan hitam adalah hitam. Contoh, pakaian karyawan jangan pakai pakaian seksi, celana mini karena itu adalah hitam.
c) Perusahaan tersebut selalu mengutamakan efektifitas dan efisienitas. Misalnya ada supplier yang terbaik dengan merek yang dashyat, namun ada juga merek yang biasa-biasa saja namun kualitasnya sama dan lebih menguntungkan, misalnya jaraknya lebih dekat ke merek yang biasa dibanding merek yang dashyat.
d) Perusahaan selalu mengandalkan fakta-fakta bukan pendapat atau gosip belaka. Contoh, perusahaan anda selalu menjunjung tinggi kehormatan bukan pornografi. Anda tidak pernah menggunakan iklan yang memperlihatkan sisi seksualitas dari perempuan. Perempuan / laki-laki dari produk anda selalu anda jaga agar selalu terjaga kehormatannya karena dia adalah endorser produk kita selama masa kontrak.
Problem Orientation
a) saat anda berkomunikasi dengan konsumen dan barangkali konsumen anda tidak ada yang beli produk anda. Anda jangan mengomeli humannya. Tapi anda selalu menemukan solusi yang terbaik untuk problem anda. Contoh, anda minta maaf jika produk anda membuat konsumen cedera karena dia telah mengonsumsi produk anda. Jangan anda lantas marah-marah pada konsumen.
b) Produk anda selalu memiliki data-data yang lengkap, dapat dipertanggung jawabkan, identitas merek anda juga memiliki ciri-ciri pemimpin yang baik seperti di tulisan sebelumnya. Contoh, produk praktis digunakan dan mangfaatnya yang begitu praktis sehingga hanya sekali digunakan, semuanya terpenuhi. Mengandung semua vitamin yang berguna.

Spontanitas
a) produk anda dengan spontan bahwa anda memang sedang berpromosi. Anda menerapkan promosi dengan baik. Jangan sembunyi-sembunyi padahal itu memang peluang yang tersedia untuk anda. Anggap saja peluang itu hanya sekali karena mungkin besok kita tidak tahu apakah kita masih ada atau belum. Contoh, anda memberikan pakaian gratis bagi para karyawan atau masyarakat karena memang anda sedang berpromosi.
b) Produk anda juga menerapkan harga yang beralasan karena memang anda sedang butuh uang. Jika anda sudah banyak cabang dan segala sumber menjadi murah, anda jadi menurunkan harga. Jika anda ingin dianggap pintar, y anda mesti memiliki ilmu-ilmu yang memadai atau lebih memadai karena kespontanitasan anda. Contoh, anda menjual es doger per gelas 3000 karena anda baru mulai usaha dan untuk membuat es doger itu menjadi berkualitas, baik dalam dan luar.
c) Produk anda dengan spontan menerapkan ilmu dan teknologi yang terbaru dan memang menjadi yang terbaik saat itu. Contoh, saat membuat pop ice, anda menggunakan blender; bukan esnya diancurin dulu pake palu, kemudian dimasukin ke gelas dan dikocok-kocok.

Empathy understanding
a) saat anda menemukan keluhan dari konsumen, anda dengarkan dengan baik namun anda tidak boleh terlepas dari peran anda sebagai penjual. Andakan sudah tau teknik bagaimana costumer servise melayani yang ada di artikel ”Produk Pemimpin” sebelumnya. Jika anda sanggup melayani dengan penuh, layani saja. Namun jika anda memiliki orang yang lebih paham dan ahli di bidangnya, anda sebaiknya beri ke ahli tersebut. Contoh, anda adalah bos dan ada yang menawarkan kerja sama. Anda merasa bahwa peran ini harus diserahkan pada bidang marketing. Lalu anda berikan.

Persamaan
a) produk anda memberikan yang terbaik seperti anda ingin diberikan yang terbaik. Misalnya produk anda sangat praktis dan andapun menyukai bahwa itu adalah produk yang sangat praktis. Misalnya anda masih belum puas dengan produk anda, anda sebaiknya buat diri anda puas karena anda pun ingin dibuat puas oleh orang lain. Contoh, produk anda berkemasan yang bergaya Padang. Anda yakin bahwa orang-orang Indonesia memang butuh budaya Indonesia.

Provisionalism
a) produk anda selalu dibuat dengan menggabungkan berbagai visi. Setiap keputusan-keputusan produk anda berdasarkan mufakat. Contoh, anda membuat produk handphone yang berisikan berbagai macam feature.

Anda bisa juga membuat identitas merek seperti ini dengan mengikuti pola contoh di atas, bukan isinya diikutin, diikutin juga gpp karena andalah yang memilih.

Semoga bermanfaat.

Wallahua’lam bishawab.

Buat Produk Pemimpin Pasar

Oleh Nanang Fitrianto

Assalamu’alaikum wr. wb.

Hi teman! What’s up? Udah sarapan belum? Mudah-mudahan kamu udah sarapan. Puasa juga sarapan, tapi kira-kira dari pukul 2-4 deh, hehe.

Kali ini we will bahas produk yang memimpin pasar. Ternyata, produk juga punya sifat kepemimpinan. Produk yang memiliki sifat pemimpin pasar akan dipilih oleh konsumennya karena produk tersebut sudah memimpin konsumen untuk menkonsumsi produk tersebut dengan baik.

Mari kita lihat perilaku harian umum yang dilaksanakan pemimpin!

Perilaku harian umum yang dilaksanakan pemimpin

Inisiasi* struktur
a) inisiasi= orisinalitas; fasilitasi; mempertahankan ide-ide baru dan hal-hal praktis
b) organisasi= merancang struktur kerja, klarifikasi peran pemimpin dan pengikut
c) produksi= menetapkan tujuan dan menyediakan insentif atas upaya dan produktifitas karyawan

Kondiderasi*
a) keanggotaan= membaur dengan karyawan, interaksi informal, saling bertukar servis yang dapat diberikan
b) integrasi= mendorong atmosfer kerja yang nyaman, mengurangi konflik, mengungkapkan penyesuaian individu terhadap kelompok
c) komunikasi= memberikan informasi, mencari informasi, menunjukkan kepedulian atas masalah yang mempengaruhi karyawan
d) rekognisi= ekspresi setuju atau tidak setuju atas perilaku karyawan
e) representasi= bertindak atas nama kelompok dan meningkatkan ketertarikan terhadap kelompok

Inisiasi*= self starter
Konsiderasi*= perhatian

Perilaku harian di atas kita masukkan ke sifat-sifat produk yang kita ingin pimpin pasar tersebut. Misalnya,

Inisiasi struktur
a) inisiasi= kita benar-benar membuat produk yang orisinil, tidak ngikutin orang lain, kita punya ciri khas sendiri, bukan ciri khas orang lain; kita mengumpulkan ide-ide untuk produk tersebut dari berbagai sumber, baik subjektif dan objektif; menggunakan teknologi terbaru yang paling efektif dan efisien yang harganya terjangkau oleh kita dulu; kemasan produk kita mudah dibawa ke mana-mana, mudah dibuka, dapat tertutup sendiri, lebih banyak manfaatnya daripada keburukannya.
b) organisasi= produk tersebut jelas pembagian pasarnya, walau perusahaan tersebut mempunyai berbagai produk yang berbeda; produk tersebut jelas untuk siapa dan bagaimana keadaannya; jika produk tersebut mempunyai pelengkap, bagaimana pelengkap itu dengan praktis dia dapatkan; bagaimana peran barang pengganti (subtitucy); bagaimana produk itu dari produksi ke konsumen / pemasarannya.
c) produksi= bagaimana produk itu dapat memberikan insentif / bonus setelah konsumen telah menjadi konsumen setianya; bagaimana menjaga konsumen agar tetap setia thd produk kita dibandingkan pesaing.

Konsiderasi
a) keanggotaan= bagaimana produk itu dapat diterima oleh konsumen / sesuai dengan pasar yang tersedia saat ini (saat ini juga pasti selalu membutuhkan produk yang dinamis yang dengan sendirinya membentuk pasar di masa depan); produk tersebut dapat mudah dimodifikasi oleh konsumen; perusahaan tersebut menelpon konsumen dengan menanyakan keluhannya apa, bukan kelebihannya apa; produk tersebut dengan praktis memenuhi kebutuhan konsumen yang sebenarnya ingin dikonsumsi oleh konsumen; produk tersebut memiliki harga yang beralasan agar produk tersebut tetap berjalan dan konsumen juga merasa senang bahwa kebutuhannya telah terpenuhi.
b) integrasi= produk tersebut nyaman dipakai; konsumen tidak dipaksa-paksa membeli, tapi alam bawah sadarnya yang membeli yang telah dimotivasi oleh berbagai hal; produk tersebut memiliki tempat-tempat yang mudah dikunjungi; mempunyai customer service (CS) yang ramah:
Tahap – tahap servis CS yang baik:
1. Greeting / memberikan salam
2. Explore = memeriksa untuk dapat info yang jelas dari penelpon
3. Agree = apakah kebutuhan pelanggan sudah ditangkap dengan baik
4. Delivery = menyerahkan keluhan kepada bagian yang memiliki otoritas
5. Assure = meyakinkan pelanggan apakah sudah dapat solusi sesuai permasalahan atau belum. Jika belum, kembali ke explore.
6. Closing = salam penutup;
dalam produk yang sering dipakai anak-anak, sebaiknya alat-alatnya terbuat dari plastik untuk menghindari pecah saat alatnya terjatuh; produk tersebut memberikan pendidikan terhadap pasarnya dengan praktis, memberikan manfaat produknya; memberikan kerugiannya jika salah pemakaian; tidak menggunakan bahasa asing jika untuk masyarakat kuno.
c) komunikasi = produk tersebut dipromosikan; memberitahu bahwa produk ini memang dibutuhkan demi keefektifan dan kepraktisan waktu; produk tersebut menunjukkan kepedulian terhadap konsumen
d) rekognisi= produk tersebut menunjukkan bahwa produk itu tidak sesuai dengan budaya timur kita.
e) Representasi= produk kita semakin menimbulkan ketertarikan terhadap kelompok kita, terutama negara kita; produk kita mewakilkan Indonesia.

Dengan begitu, kamu bisa membuat produk yang memimpin pasar dengan memasukkan sifat-sifat pemimpin ke dalam produk kita.

Rasanya subjektif jika saya yang kasih penjelasan tanpa komentar dari kamu. Untuk itu, tolong lebih baik beri komentar terhadap artikel ini. Tidak juga tak apa, terserah kamu, hehe.

Selamat mencoba!

Wallahua’lam bishawab