Sabtu, 27 Maret 2010

Nak Machine a Little Formula





Nak machine ini sebenarnya sama kayak armor karena walau peluru nak lebih berat dari armor tapi peluru duanya jatuhnya sama kayak jarak serangan armor.

Untuk main ini pakai logika saja dan sering mencoba.

Power peluru 2 sudut 80, untuk old interface, angin 0.
1/8= 1,35 bar
1/4= 2 bar
3/8= 2,45 bar
1/2= 2,85 bar

5/8= 3,2 bar
3/4= 3,5 bar
3/8= 3,8 bar
1 layar= pakai sudut 79 kurang dikit.

Power peluru 2 sudut 70, old interface, angin 0.
1/8= 1,04 bar
1/4= 1,45 bar
3/8= 1,85 bar
1/2= 2,05 bar

5/8= 2,33 bar
3/4= 2,55 bar
7/8= 2,76 bar
1 layar= 2,95 bar

1 1/4= 3,3 bar

1 1/2= 3,65 bar

By serampang1 - ROZIIN

Kumpulan Formula Gunbound


Formula Ice Gunbound


Ini buat ice gunbound, sangat akurat, tapi Anda harus pakai old interface. Itu karena power yang ada di bawah gambar untuk old interface.



1 layar dibagi 8 bagian
1/8= 0,9 bar
1/4= 1,25 bar
3/8= 1,5 bar
1/2= 1,85 bar

5/8= 2,1 bar
3/4= 2,3 bar
7/8= 2,55 bar
1 layar= 2,7 bar

1 1/8= 2,9 bar
1 1/4= 3,05 bar
1 3/8= 3,15 bar,
1 1/2= 3,3 bar

1 5/8= 3,45 bar
1 3/4= 3,6 bar
1 7/8= 3,75 bar
2 layar= 3,9 bar

By serampang1 - ROZIIN

Jumat, 08 Januari 2010

4 Jenis Majas

Dari http://chada23-unesa.blogspot.com/2008/03/jenis-jenis-majas.html

Jenis-Jenis Majas

Majas terbagi atas empat jenis, yakni: majas perbandingan, majas pertentangan, majas pertautan, dan majas perulangan.

1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan meliputi personifikasi, metafora, perumpamaan, alegori, dsb.

2. Majas Pertentangan
Majas pertentangan antara lain meliputi hiperbola, litotes, ironi, oksimoron, dsb.

3. Majas Pertautan
Majas pertauatan antara lain meliputi metonimia, sinekdoke, alusio, eufimisme, elipsis, inversi, dsb.

4. Majas Perulangan
Meliputi aliterasi, antanaklasis, kiasmus, repetisi, pararelisme, dsb.

Majas

Dari http://saedmalesbanget.blogspot.com/2009/12/majas-lengkap.html

1. Klimaks

Adalah semacam gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal yang dituntut semakin lama semakin meningkat.

Contoh : Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman, dan pengalaman harapan.

2. Antiklimaks

Adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal berurutan semakin lma semakin menurun.

Contoh : Ketua pengadilan negeri itu adalah orang yang kaya, pendiam, dan tidak terkenal namanya

3. Paralelisme

Adalah gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat. Contoh : Jika kamu minta, aku akan datang

4. Antitesis

Adalah gaya bahasa yang menggunakan pasangan kata yang berlawanan maknanya.

Contoh : Kaya miskin, tua muda, besar kecil, smuanya mempunyai kewajiban terhadap keamanan bangsa.

Reptisi adalah perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai

5. Epizeuksis

Adalah repetisi yang bersifat langsung, artinya kata yang dipentingkan diulang beberapa kali berturut-turut.

Contoh : Kita harus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk mengajar semua ketinggalan kita.

6. Tautotes

Ada;aj repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi.

Contoh : kau menunding aku, aku menunding kau, kau dan aku menjadi seteru

7. Anafora

Adalah repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap garis.

Contoh : Apatah tak bersalin rupa, apatah boga sepanjang masa

8. Epistrofora

Adalah repetisi yang berwujud perulangan kata atau frasa pada akhir kalimat berurutan Contoh : Bumi yang kau diami, laut yang kaulayari adalah puisi,

Udara yang kau hirupi, ari yang kau teguki adalah puisi

9. Simploke

Adalah repetisi pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut.

Contoh : Kau bilang aku ini egois, aku bilang terserah aku. Kau bilang aku ini judes, aku bilang terserah aku.

10. Mesodiplosis

Adalah repetisi di tengah-tengah baris-baris atau beberapa kalimat berurutan.

Contoh : Para pembesar jangan mencuri bensin. Para gadis jangan mencari perawannya sendiri.

11. Epanalepsis

Adalah pengulangan yang berwujud kata terakhir dari baris, klausa atau kalimat, mengulang kata pertama.

Contoh : Kita gunakan pikiran dan perasaan kita.

12. Anadiplosis

Adalah kata atau frasa terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frasa pertama dari klausa berikutnya.

Contoh : Dalam baju ada aku, dalam aku ada hati. Dalam hati : ah tak apa jua yang ada.

13. Aliterasi

Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

Contoh : Keras-keras kena air lembut juga

14. Asonansi

Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama.

Contoh : Ini luka penuh luka siapa yang punya

15. Anastrof atau Inversi

Adalah gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya karena lebih diutamakan.

Contoh : Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.

16. Apofasis atau Preterisio

Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal.

Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara

17. Apostrof

Adalah gaya bahasa yang berbentuk pengalihan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir.

Contoh : Hai kamu semua yang telah menumpahkan darahmu untuk tanah air bercinta ini berilah agar kami dapat mengenyam keadilan dan kemerdekaan seperti yang pernah kau perjuangkan

18. Asindeton

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.

Contoh : Dan kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang melepaskan nyawa.

19. Polisindeton

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut dengan menggunakan kata penghubung.

Contoh : Kemanakah burung-burung yang gelisah dan tak berumah dan tak menyerah pada gelap dan dingin yang merontokkan bulu-bulunya?

20. Kiasmus

Adalah gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, yang bersifat berimbang, dan dipertentangkan satu sama lain, tetapi susunan frasa dan klausanya itu terbalik bila dibandingkan dengan frasa atau klausa lainnya.

Contoh : Semua kesabaran kami sudah hilang, lenyap sudah ketekunan kami untuk melanjutkan usaha itu.

21. Elipsis

Adalah gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.

Contoh : Risalah derita yang menimpa ini.

22. Eufimisme

Adalah gaya bahasa penghalus untuk menjaga kesopanan atau menghindari timbulnya kesan yang tidak menyenangkan.

Contoh : Anak ibu lamban menerima pelajaran

23. Litotes

Adalah gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan sesuatu dengan tujuan merendahkan diri

Contoh : Mampirlah ke gubukku!

24. Histeron Proteron

adalah gaya bahasa yang merupakan kebailikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang wajar.

Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki karang terjal itu, sampailah ia di tepi pantai yang luas dengan pasir putihnya

25. Pleonasme

Adalah gaya bahasa yang memberikan keterangan dengan kata-kata yang maknanya sudah tercakup dalam kata yang diterangkan atau mendahului.

Contoh : Darah merah membasahi baju dan tubuhnya

26. Tautologi

Adalah gaya bahasa yang mengulang sebuah kata dalam kalimat atau mempergunakan kata-kata yang diterangkan atau mendahului.

Contoh : Kejadian itu tidak saya inginkan dan tidak saya harapkan

27. Parifrasis

Adalah gaya bahasa yang menggantikan sebuah kata dengan frase atau serangkaian kata yang sama artinya.

Contoh : Kedua orang itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu

28. Prolepsis atau Antisipasi

Adalah gaya bahasa dimana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi.

Contoh : Keua orang tua itu bersama calon pembunuhnya segera meninggalkan tempat itu.

29. Erotesis atau Pertanyaan Retoris

Adalah pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali tidak menghendaki adanya suatu jawaban.

Contoh : inikah yang kau namai bekerja?

30. Silepsis dan Zeugma

Adalah gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai hubungan dengan kata pertama.

Contoh : ia menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.

31. Koreksio atau Epanortosis

Adalah gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.

Contoh : Silakan pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.

32. Hiperbola

Adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.

Contoh : Kita berjuang sampai titik darah penghabisan

33. Paradoks

Adalah gaya bahasa yang mengemukakan hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya tidak karena objek yang dikemukakan berbeda.

Contoh : Dia besar tetapi nyalinya kecil.

34. Oksimoron

adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang berlawanan dalam frasa yang sama.

Contoh : Keramah-tamahan yang bengis

35. Asosiasi atau Simile

Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu dengan keadaan lain yang sesuai dengan keadaan yang dilukiskannya.

Contoh : Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam

36. Metafora

Adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda tertentu dengan benda lain yang mempunyai sifat sama.

Contoh : Jantung hatinya hilang tiada berita

37. Alegori

adalah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan manusia dengan alam.

Contoh : Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.

38. Parabel

Adalah gaya bahasa parabel yang terkandung dalam seluruh karangan dengan secara halus tersimpul dalam karangan itu pedoman hidup, falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.

Contoh : Cerita Ramayana melukiskan maksud bahwa yang benar tetap benar

39. Personifikasi

Adalah gaya bahasa yang mengumpamakan benda mati sebagai makhluk hidup.

Contoh : Hujan itu menari-nari di atas genting

40. Alusi

Adalah gaya bahasa yang menghubungkan sesuatu dengan orang, tempat atau peristiwa.

Contoh : Pkartini kecil itu turut memperjuangkan haknya

41. Eponim

Adalah gaya dimana seseorang namanya begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan suatu sifat tertentu sehingga nama itu dipakai untuk menyatakan sifat itu.

Contoh : Hellen dari Troya untuk menyatakan kecantikan.

42. Epitet

Adalah gaya bahasa yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal.

Contoh : Lonceng pagi untuk ayam jantan.

43. Sinekdoke

- Pars Pro Tato

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagianhal untuk menyatakan keseluruhan. Contoh : Saya belum melihat batang hidungnya

- Totem Pro Parte

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan seluruh hal untuk menyatakan sebagian. Contoh : Thailand memboyong piala kemerdekaan setelah menggulung PSSi Harimau

44. Metonimia

Adalah gaya bahasa yang menggunakan nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Ia menggunakan Jupiter jika pergi ke sekolah

45. Antonomasia

Adalah gaya bahasa yang menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.

46. Hipalase

Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh : ia masih menuntut almarhum maskawin dari Kiki puterinya (maksudnya menuntut maskawin dari almarhum)

47. Ironi

Adalah gaya bahasa sindiran berupa pernyataan yang berlainan dengan yang dimaksudkan. Contoh : Manis sekali kopi ini, gula mahal ya?

48. Sinisme

adalah gaya bahasa sindiran yang lebih kasar dari ironi atau sindiran tajam

Contoh : Harum bener baumu pagi ini

49. Sarkasme

Adalah gaya bahasa yang paling kasar, bahkan kadang-kadang merupakan kutukan.

Contoh : Mampuspun aku tak peduli, diberi nasihat aku tak peduli, diberi nasihat masuk ketelinga

50. Satire

Adalah ungkapan yang menertawakan atau menolak sesuatu.

Contoh : Ya, Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!

51. Inuendo

Adalah gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

Contoh : Ia menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya

52. Antifrasis

Adalah gaya bahsa ironi yang berwujud penggunaan sebuah kata dengan makna sebaliknya, yang bisa saja dianggap sebagai ironi sendiri, atau kata-kata yang dipakai untuk menangkal kejahatan, roh jahat, dan sebagainya.

Contoh : Engkau memang orang yang mulia dan terhormat

53. Pun atau Paronomasia

Adalah kiasan dengan menggunakan kemiripan bunyi.

Contoh : Tanggal satu gigi saya tinggal satu

54. Simbolik

Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai simbol atau perlambang.

Contoh : Keduanya hanya cinta monyet.

55. Tropen

Adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan kata atau istilah lain terhadap pekerjaan yang dilakukan seseorang.

Contoh : Untuk menghilangkan keruwetan pikirannya, ia menyelam diri di antara botol minuman.

56. Alusio

Adalah gaya bahasa yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.

Contoh : Apakah peristiwa Turang Jaya itu akan terulang lagi?

57. Interupsi

adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.

Contoh : Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.

58. Eksklmasio

Adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.

Contoh : Wah, biar ku peluk, dengan tangan menggigil.

59. Enumerasio

Adalah beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas.

Contoh : Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.

60. Kontradiksio Interminis

Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah dikemukakan sebelumnya.

Contoh : semuanya telah diundang, kecuali Sinta.

61. Anakronisme

Adalah gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.

Contoh : dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu jam belum ada)

62. Okupasi

Adalah gaya bahasa yang menyatakan bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang oleh orang banyak dianggap benar.

Contoh : Minuman keras dapat merusak dapat merusak jaringan sistem syaraf, tetapi banyak anak yang mengkonsumsinya.

63. Resentia

Adalah gaya bahasa yang melukiskan sesuatu yang tidak mengatakan tegas pada bagian tertentu dari kalimat yang dihilangkan.

Contoh : “Apakah ibu mau….?”
orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi.

Teknik Kepenulisan Naskah Karangan

Kutipan dari buku “Sambil Nulis Dapet Duit: Bikin Novel Ngocol Yuk!”, karya Marthino Andries dan http://www.jonru.net/.

Teknik Kepenulisan

3 Elemen Kepenulisan:
1. Bakat (harus punya)
2. Motivasi (seperi teachable [mau diajari])
3. Anugrah Yang Mahakuasa

Panduan dasar selama menulis:
1. Komitmen kepenulisan (secara kuantitas)
2. Improvisasi
Contoh: kalimat awal “ Ani merasa bingung”.
Kalimat improvisasinya, “ Situasi yang tengah dihadapi membuat ani terpojok, bingung. Ia tak tahu sama sekali akan apa yang ia harus perbuat. Pikirannya seolah terhenti.”
3. Penguasaan Tata Bahasa
Ide-> Thema-*> Sinopsis-> Alur cerita->Draf awal-> Draf akhir
*di antara thema dan synopsis harus ada karakter untuk dibuat di dalam sinopsis.

Keteranga;n
1. Ide
Cara dapetin ide biar gampang dengan membaca koran. Segala macam ide bisa kita dapetin dari satu edisi. Bukan hanya dari satu berita, tapi juga dari iklan, iklan baris, advertorial, pengumuman, humor, surat pembaca, susunan acara TV, semuanya.
- Ide itu jangan ngasal karena dari ide-ide itu akan dikembangkan untuk dijadikan thema dan kemudian sinopsis.
- Judul cerita harus menarik karena penting sekali karena itu aadalah titik kontak pertama antara buku kita dengan calon pembaca.

2. Thema
Untuk ngembangin sebuah ide menjadi sebuah thema, kita sekarang musti nentuon kalo kita mau bikin apa cerita apa. Thema adalah garus besar cerita dan di dalemnya diusahain udah ada peran yang mau kita sampein pada tahap ini. Ide dasarlo dieprtajem.

*Karakter
Penentuan karakter tergantung dengan cerita yang kita bangun. Kalo ada tokoh yang muncul cuma mampir, kalo perlu kita ngga perlu kasih tau umur atau malah namanya.

Untuk membuat cerpen itu, pada umumnya hanya ada 2-3 orang. Untuk membuat novel atau skenario idealnya 6-8 orang. tokoh utama dalam novel tersebut 2-3 orang dan yang lain sebagai tokoh pembantu, bukan figuran.

3. Sinopsis
Untuk ngebangun cerita, salah satu caranya adalah dengan sinopsis 3 babak: latar belakang, konflik, dan penyelesaian.

Sinopsis yang langsung dibuat dengan struktur drama tiga babak
Babak I: berisi pengenalan karakter sebagai latar belakang cerita dan titik awal konglik di endingnya.
babak II: berisi konflik yang makin memuncak disertakan pergesekan.
Babak III: konflik yang semakin memanas, mencapai puncak dan berakhir konflik.

Tambahan
Babak I= berisi latar belakang tokoj, konflik tahap awal dan diakhiri dengan selesainya sebuah kasus. Kasus yang selesai itu akan menjadi awal kisah baru untuk babak II.
Babak II= berisi kisah yang merupakan pengembangan babak I di mana timbul konglik baru yang semakin mengharu-biru. Di bagian terakhir babak ini, konflik baru tadi ternyata berkembang menjadi cerita / konflik yang jauh lebih besar lagi yang akan dikembangkan di babak berikutnya.
Babak III: berisi kisah / konflik batu yang makin memuncak dari waktu ke waktu sampai kemudian mencapai klimaks di akhir cerita.

Jumlah halaman bisa variatif tergantung kebutuhan. Panjangnya sinopsis tergantung untuk apa kita buat sinopsis. Tujuan sinopsis itu macem-macem. Sinopsis bikinan kita adalah sinopsis dengan format drama 3 babak.

• Untuk mengembangkan dari thema ke sinopsis menggunakan 5w+1h
• Sinopsis harus bagus, di mana konflik-konfliknya tajem untuk ngebangun alur cerita. Konflik yang ada dengan gampang elo jadiin meningkat terus-terusan.
• Sinopsis ini diusahakan untuk yang belum bagus untuk terus diperbaiki terus karena apabila sudah mencapai tahap draft awal, alur cerita yang merupakan pengembangan sinopsis ini sudah tidak bisa diubah lagi. Yang dapat diubah hanya penambahan unsur terbaik dari suatu tema, misalnya tema komedi, dalam suatu bagian dari satu adegan. Ini biasanya diletakkan di awal dan di akhir adegan.

4. Aur Cerita / Story Line

*Pada umumnya terdiri dari 60 scene / adegan dengan deskripsi sederhana, tidak detil.
*Adegan yang paling menarik ditempatkan di awal dan akhir cerita.

• plot= cerita utama

Kalo satu plot itu bisa dibikin ampe akhir cerita. Itu bagus, tapi kalo belum bisa, bisa dibikin anak cerita. Cerita elo jadi bercabang. Jadi ada dua subplot istilahnya.

*Biarpun pembaca udah bisa nebak akhir cerita, kita bisa maenin alur ceritanya. Bikin alur ceritanya ngga boleh ketebak oleh pembaca. Salah satu caranya adalah memasukkan unsur yang kita sendiri ngga bisa nebak, namun tetap logis. Kalau kita ngga bisa nebak bagaimana dengan orang lain.

*Dua scene / adegan yang paling sakral adalah opening tease dan closing tease. Itu harus boom.
- Opening tease itu di adegan/ scene ke 1. tembak cerita terbaik dalam tema anda secepat mungkin, misalnya dalam komedi, tembak kelucuan secepat mungkin. Namun hal ini dapat dilakukan juga dalam setiap adegan, yaitu dengan menaruh cerita terbaik anda di awal adegan dan akhir adegan, jadi cerita terbaik anda ada dua.

- Closing tease

Nembak cerita terbaik secepat mungkin. Di bagian ini harus menimbulkan kesan yang mendalam.

4.1 Ngembangin adegan
I..a Dari alur cerita jangan dipusingin dengan tata bahasa atau salah ketik. Sekarang adegan itu bisa kita kembangin dengan 5W+1H.
Di antara unsur dalam satu scene yang lucu kalo bisa ditaruh di ending, yaitu pada paragraf terakhir, kalimat terakhir, kata terakhir.
I.B Kita harus bisa masukkin cerita-cerita terbaik dari tema kita hasil pengembangan 5W+1H ke dalam suatu scene / adegan.
Pengembangan cerita terbaik dapat dilakuin dengan alat 5W+1H. Untuk ngegali potensi komedi. Potensi cerita bisa digali dengan cerita yang dideskripsikan, dialog, dan aksi / perbuatan.
- Deskripsi= mengekploitasi cerita dalam suatu tema dari menggambarkan sesuatu. Ini dapat menggunakan majas / gaya bahasa.
- Naratif= dialog
- Aksi= mengekploitasi dari perbuatan

I.c Coba-coba buat dialog, desktipsi / aksi. Dalam tahap ini, jangan kita peduliin kalo tulisan kita jelek (kalo udah bagus ya tulisan anda jangan diubah jadi jelek), ngga beraturan, bahasanya kacau. Yang penting tulisan kita dapat memahami karena tujuannya memang agar bisa kebaca oleh kita sendiri. Pas udah nyoba-nyoba nulis, kita harus jeli untuk bagaimanapun caranya menjadikan ini sebagai bagian cerita yang menarik dan lucu. Cari peluang. Setelah ok, baru kita poles. Kita perhalus susunan kalimar, urutan kata, tanda baca, semuanya.

Lain – lain
Tips sederhana nulis naskah komedi
1. Minimal pada setiap scene diletakkan cerita menarik, baik di awal maupun di akhir. Itu harus ditempatkan pada tempat dan saat yang tempat.
2. Perkuat karakter anda. Setiap karakter dapat dieksploitasi temanya, khususnya pribadi dengan karakter dan fisik unik, namun jangan sekali-kali mengeksploitasi cacat pada diri seseorang untuk jadi bahan tertawaan.
3. Kalau anda tertawa saat membaca naskah anda, syukurilah sebab kalau anda sendiri tidak tertawa, bagaimana orang lain dapat tertawa.
4. Repetisi. Pengulangan cerita yang semakin meningkat di mana bagian terbaik di letakkan di bagian terakhir. Bayangkan anda sedang mengumpulkan bahan-bahan peledak dan semakin menuju ke tahap akhir. Itu akhirnya meledak di akhir adegan.
5. Nyelenehlah dalam membuat karangan. Nyeleneh = lain sendiri.


5. Draf awal

Draf awal adalah kumpulan adegan
Tip:
1. Musti nulis sproduktif mungkin
2. Buat grafik dinamika penajaman tema anda di setiap adegan. Apabila keseluruhan adegan terlihat tema yang tajam, maka itu baik. Apabila ada yang dirasa kurang baik, segeralah perbaiki dengan memasukkan cerita tema terbaik anda di bagian awal atau akhir atau kedua-duanya, yang kedua-duanya tentu harus punya dua cerita bagian. Hal ini dilakukan untuk menscore kualitas ketajaman tema anda dalam setiap adegan. Tahap ini adalah penilaian secara subjektif / kita sendiri yang menilai.

Misalnya anda merasa kurang bagus dalam suatu adegan dan anda sudah mendapatkan beberapa cerita atau banyak yang menampilkan ketajaman tema, bagi-bagilah cerita tersebut secara merata pada setiap adegan agar hasil keseluruhan anda menjadi lebih baik atau bagi yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

- Langkah berikut di draf awal

Langkah 1: Anda harus baca dari awal sampai akhir. Perbaiki huruf-huruf yang salah ketikan atau kalimat yang menurut anda ngga nyambung atau ngga indah.
Langkah 2: aging, langkah pendiaman. Ini ilustrasinya, di pabrik batu baterai, begitu baterai yang udah selesai proses bahan kimianya dan seluruh tahapannya pun telah selesai, kita harus mendiamkan baterai tersebut agar dapat digunakan. Saat itu diam, unsur-unsur kimia dalam tubuh baterai akan bereaksi dan menghasilkan senyawa baru yang membuat baterai itu menjadi berguna. Begitu pula dengan tulisan kita. Katakanlah Kita diemin seminggu deh, pada waktu kita baca lagi, kita akan nemuin, barangkali, kekurangcermatan, kesalahan, atau ide-ide baru di naskah kita tadi.
Langkah 3: kita akan minta orang lain ngebaca naskah kita. Usahain yang baca 2 – 3 orang.

*Naskah kita harus dicek logikanya. Apakah itu berhubungan atau tidak.

6. Draf Akhir = Udah Jadi

Naskah udah jadi
- Boleh dilakuin atau ngga. Carilah endorser yang akan ngasih komentar ke naskah kita untuk ditaruh dibelakang buku kita. Minta 3 – 4 orang. Ini berguna sebagai sarana promosi.
- Kirim naskah ke penerbit. Penerbit biasanya punya website. Untuk keuangan, anda biasanya dapat royalty (komisi dari jumlah buku yang terjual). Kita pun dapat menjadi self publishing. Untuk menjadi self publishing, kita hanya menjadi penerbit, bukan percetakan karena percetakan itu membutuhkan alat-alat yang harganya mencapai ratusan juta. Dalam menjadi self publishing ini, kita bisa tunjuk pihak ketiga.

Tambahan

Menggambarkan suasana psikis seseorang dalam suatu cerita
Hal yang paling penting dalam hal tersebut adalah upaya kita sebagai penulis untuk menjiwai emosi yang sedang dialami oleh si tokoh. Dalam hal ini, penjiwaan terhadap karakter tokoh merupakan hal yang sangat berperan penting.

Dalam hal ini, kita sebagai penulis harus bisa bersikap seperti seorang aktor. Maksudnya, janganlah kita membuat ” prilaku seorang tokoh ketika marah sama dengan saat kita marah. Karena bagaimanapun, si tokoh rekaan kita itu bukanlah diri kita. Oleh karena itu, selamilah dan jiwailah karakter setiap tokoh, pikirkanlah dan bayangkan bagaimana biasanya seorang psikopat / orang gila sedang marah, dllsb.

Dalam menguasai keterampilan apapun salah satu caranya adalah dengan praktek terus. Anda bukan hanya menjadikan itu sebagai sesuatu yang dikerjakan apabila muncul waktu luang, namun jadikanlah menulis sebagai kebiasaan anda atau salah satu kebiasaan istimewa anda.

Sumber : http://www.jonru.net/
Buku “Sambil Nulis Dapet Duit: Bikin Novel Ngocol Yuk!”, karya Marthino Andries.

Jenis Alinea Menurut Fungsinya dalam Karangan

Oleh Nanang Fitrianto

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Hy teman-teman! berjumpa lagi nih kita. Seneng banget dah bisa ketemu lagi ama kamu. Nih ada penjelasan yang penting yang mungkin perlu kamu ketahui. Penjelasannya berisi tentang fungsi ”Jenis Alinea Menurut Fungsinya dalam Karangan”. Menurut saya, bahasan ini penting karena kita dapat membuat karangan kita jadi terlihat profesional. Anda tidak maukan tulisan anda pendek atau hanya berupa satu paragraf atau 2—3 paragraf? Mungkin bahasan di bawah ini dapat membantu anda. Mungkin bagi anda yang belum ada alinea pembukanya, hanya alinea pengembangnya saja, anda bisa menambahkan alinea pembukanya dan alinea penutup. Selamat membaca ya teman. Kita pasti bisa kalo berusaha. Semoga bermanfaat, amin.



a) Alinea Pembukaan

Alinea pembuka bertujuan mengutarakan suatu aspek pokok pembicaraan dalam karangan. Sebagai bagian yang mengawali sebuah karangan, alinea pembuka harus dapat difungsikan untuk
(1) menghantar pokok pembicaraan
(2) menarik minat dan perhatian pembaca
(3) menyiapkan atau menata pikiran pembaca untuk mengetahui isi seluruh karangan.

Setelah menilik ketiga fuingsi tersebut dapat dikatakan alinea pembuka memegang peranan yang sangat penting dalam sebuah karangan. Alinea pembuka harus disajikan dalam bentuk yang menarik dan menawan. Untuk itu, aspek / unsur berikut ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan menulis alinea pembuka, yaitu
(1) kutipan, peribahasa, anekdot
(2) uraian mengenai pentingnya pokok pembicaraan
(3) suatu tantangan atas pendapat atau peryataan seseorang
(4) uraian tentang pengalaman pribadi
(5) uraian mengenai maksud dan tujuan penulisan
(6) sebuah pertanyaan.

b) Alinea Pengembang

Alinea ini bertujuan mengembangkan topik atau pokok pembicaraan yang sebelumnya telah dirumuskan dalam alinea pembuka. Ilustrasi dari contoh-contoh, inti permasalahan, dan uraian pembajasan adalah isi sebuah alinea pengembang. Alinea pengembang di dalam karangan dapat difungsikan untuk
(1) mengemukakan inti persoalan
(2) memberi ilustrasi atau contoh
(3) menjelaskan hal yang akan diuraikan pada alinea berikutnya
(4) meringkas alinea sebelumnya
(5) mempersiapkan dasar atau landasan bagi simpulan.

c) Alinea Penutup

Alinea penutup berisi simpulan bagian karangan (subbab, bab) atau simpulan seluruh karangan. Alinea ini sering merupakan pernyataan kembali maksud penulis agar lebih jelas. Mengingat alinea penutup dimaksudkan untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan, penyajiannya harus memperhatikan hal berikut ini.
(1) Sebagai bagian penutup. Alinea ini tidak boleh terlalu panjang
(2) Isi alinea harus berisi simpulan sementara atau simpulan akhir sebagai cerminan inti seluruh uraian
(3) Sebagai bagian yang paling akhir dibaca, hendaknya alinea ini dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pembaca.

Berdasarkan bahasan di atas, kita menyimpulkan bahwa dalam suatu tulisan itu terdiri dari 3 jenis alinea berdasarkan fungsinya dalam karangan. Jenis itu adalah alinea pembuka, pengembang, penutup. Semoga anda dapat menulis lebih baik lagi setelah membaca dan memahami tulisan ini, amin. Terima kasih anda telah membaca.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: Buku ”Komposisi Bahasa Indonesia: Untuk Mahasiswa Nonjurusan Bahasa”, karya Lamuddin Finoza.